tahun ini saya genap berusia 42 tahun. usia yang menurut orang adalah usia yang cukup dewasa dalam berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan.
hidup saya kurang lebih sama dengan yang lain. tidak lebih dan tidak kurang, untuk saya ini sudah jauh dari cukup. segala yang hampir secara duniawi imipikan sudah saya dapat. tetapi sebenarnya sesudah mendapat itu adalah bukanlah yang menjadi dasar saya harus hidup atau kerja. Mazmur membantu saya memahami bahwa hidup itu sejatinya melulu mengikuti yang Tuhan mau.
ooops
berat. Tuhan menunjukkan pada saya banyak hal dan itu sungguh berkat yang tidak ternilai. luar biasa Tuhan sungguh baik. amat baik. Mazmur 100. Tuhan amat baik.
saya akan memberi contoh dimana Tuhan memberi saya banyak penglihatan.berikut dua kisah yang semoga bisa membuat teman-teman sadar dan bersyukur.
1. Melulu hanya Tuhan dan bersandar pada Tuhan.
masa muda benar benar masa yang memberi kesempatan pada saya banyka pilihan. mungkin karena saya tinggal dalam keluarga dimana iman itu penting maka rasanya pekerjaan tidak mudah tapi ada. suatu saat saya bekerja pada bekerja pada sebuah kantor. Kata orang disono gajinya gede. fasilitasnya oke. apapun berasa menggiurkan. kantor itu di kota say termasuk kantor yang gede. karyawannya konon sampai 700 orang. wuiiihhh. gle. dan kalo seleksi masuk bener bener killer abis. harus melalui 4-5 test bau bsa diterima itupun dengan status training. nah nanti 2 tahun berikutya baru dah SK turun dan membantu seseorang melihat dan mengambil keputusan untuk ya diterima atau tidak sama sekali.
bagaiman dengan saya. waktu itu saya diterima pada sebuah bagian. bagian itu konon juga sulit. ada teman yang memberi referensi dan akhirnya saya bisa diterima. Tahu tidak teman. rasanya itu loh. seperti menang apa gitu. karena kerja disebuah kantor yang kata orang KEREN. apa iya. keren itu bat saya sekarang kalau kita ikut Tuhan. ikut maunya Tuhan. tapi itu ntar ya. hari pertama seperti karyawan lain kenal saini kenal situ salam sini salam situ. basa basi atau gimana ya. biar lebih kenal gitu. dan lancar dalam kerja.
sekian bulan lewat masuklah say diwal tahun kedua.saya makin kerasan. tapi hati kok sering bertanya. perlu dicatat hidup rohani kita ternyata juag bertumbuh. saya tidak sedekat ini dengan Tuhan waktu itu. karena apa semua mudah.masih muda lagi.sehat.kuat.apalah namanya. relasi ada.
sampai pada suatu hari pimpinan memanggil saya karena ada extraordinary promotion.nah yg ini jatuh ke saya.wuiih senengnya... nda bisa tidur.sesudah dipanggil saya bingung. saya hepi. campur aduk.nda tahu, kenapa.rasanya seperti terbang. waktu itu saya masih single.
saya kemudian matur = bilang sama Bapak dan Ibu.dua orang ini figur sentral dalm hidup saya. mereka awesome. saya matur bahwa saya mau di promosikan. mereka seneng. terus tahu jawaban mereka. lha yo wis ndang dijawab iyo= lha ya sudah jawab segera. ..kenapa nunggu. ?
saya tidak menjawab. diem seribu bahasa. rasanya
hati ini bergejolajk seakan mau bilang jangan dulu. hmm gimana solusinya. esoknya saya temui pimpinan dan matur supaya diberi waktu kurang lebih 1 minggu untuk menjawab promosi tersebut.waktu berjalan dan hari kedua saya mulai ketemu dan bertanya banyak orang. it was like listening rather than deciding.
seiring dengan itu saya berdoa. hmm lupa bgm tp yang saya ingat waktu itu sy sempat ke gua maria dan ikut misa pagi. hmm saya ikngat waktu itu ...kira kirasaya tanya Tuhan apakah saya diijinkan kerja tetap disana tidak. itu doa dan permohonan yang saya ulang-ulang. kira kira tahu jawaban Tuhan tidak hmm ini jawabannya : Kamu boleh ikut membantu kantor ini tapi sebatas ini. jangan lebih.tentang hidup mu dan masa depanmu sudah AKU atur.
"ada dialog dalam hati "kalo ikut Tuhan itu tidak kenal kata pensiun. yang ada kata taat dan berkenan". Ikuti aja ntar kamu lihat bagian yang Tuhan sediakan untukmu."
tahu temen temen rasanya itu seperti pede rohani tapi habis itu Bapak dan Ibu marah dan kecewa kenapa kamu tolak dan tidak menjadi bagian kantor yang keren itu. Saya hanya diem dan menyakini bahwa Gusti mboten sare. susah lho menghidupi kenyakinan dimana yang kasat mata kalo dihitung itu nda masuk akal. seperti menangkap angin, ( lihat kitab pengkhotbah )
hhmm ternyata betul kata Tuhan coba kalo saya nda nurut.lain cerita ya kali temen. hahhaha
ini senengnya tapi tetepsisi yang non seneng ada. tunggu ya.
Pesan :
setiap kamu punya masalah dan kamu tidak tahu soluisinya segera temui Tuhan Yesus. Dia sungguh teman dan guru yang baik. amat baik. Tuhan yang Maha Kasih dan Maha Tahu yang terbaik buat kamu.
maka supaya dapat tahu jawaban atau bahasa kerennya Hikmat. sembah sujudlah dihadapan Tuhan Yang Maha Tinggi dengan takutdan hormat. Sujud Syukur dan mintalah.
seberat apapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar